13 November 2009

Pedang Roh

Pedang Roh
( Efs 6 : 17 )

1.Pedang adalah senjata

- Untuk mempertahankan diri dari serangan musuh
- Untuk menyerang musuh
- Kita harus melatih diri baik untuk bertahan ataupun menyerang
- Pedang harus selalu dalam kondisi siap

2.Pelihara agar pedang dalam kondisi baik

- Dengan menggunakannya ( Pk 12 : 11 )
- Ambil keluar dari sarungnya

3.Membiasakan diri dengan Pedang Roh

- Dengan mempelajarinya ( 2 Tim 3 : 15 - 17 )
- Biarkan Pedang Roh itu hidup dan penuh kuasa ( Ib 4 : 12 )
- Pedang itu bermata dua

4.Pahami fungsi rohani dari Pedang roh :

a. Untuk menyatakan kesalahan ( Kis 2 : 37 )
b. Untuk pembaharuan diri ( 1 Ptr 1 : 23 )
c. Untuk menerangi ( Mzm 119 : 105 , 130 )
d. Untuk mengaktifkan iman ( Rom 10 : 17 )
e. Untuk mencegah kita berbuat dosa ( Mzm 119 : 11 )
f. Untuk menyucikan kita ( Mzm 119 : 9 ; Yoh 15 : 3 )

08 November 2009

Penuh Keberanian menghampiri Tahta kasih karunia

Penuh Keberanian menghampiri Tahta kasih karunia
( Ibr 4 : 16 )

Pendahuluan : Banyak murid takut pada saat menerima panggilan dari sekolah , banyak karyawan takut pada saat menerima panggilan dari direkturnya , tapi kalau kita tidak melakukan kesalahan dan sudah melakukan tugas kita dengan baik mengapa kita harus takut ?
Banyak orang Kristen takut untuk menghampiri Tuhan ataupun menghadapi hari kematian.

1. Dosa membuat orang takut menghampiri Tuhan ( Kej 3 : 8 - 10 ), kalau kita berbuat dosa mari kita datang pada Tuhan dengan pertobatan ( 1 Yoh 1 : 8 - 9 ; Ams 28 : 13 ).

2. Kalau kita tidak melakukan pekerjaan kita dengan baik ( Mat 25 : 24 - 25 ) , mari kita mengejar kehidupan pelayanan sebagai hamba yg baik dan setia , berikan yang terbaik untuk Tuhan.

3.Kalau kita tidak menjalankan kehidupan sebagai umat Kristen dengan benar , setiap orang akan dihakimi sesuai dengan perbuatannya ( Why 14 : 12 - 13 )

4. Kalau kita tidak menyelesaikan pertandingan sampai akhir dan berhenti di tengah jalan , mari kita bertekad untuk menyelesaikan pertandingan sampai garis yang terakhir sambil terus memelihara iman ( 2 Tim 4 : 6 - 8 ).


Ibr 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

21 Oktober 2009

Maksimalkan talentamu

A man's gift maketh room for him, and bringeth him before great men.
Proverbs 18:16 (NKJV)

Talenta. Kata ini seolah tidak akan pernah bisa dipisahkan ketika kita berbicara mengenai motivasi dan pengembangan diri. Talenta kerap dihubungkan dengan potensi diri, bakat dan ketrampilan yang dibutuhkan agar seseorang dapat meraih keberhasilan dalam hidup. Sebenarnya apa itu talenta? Menurut kamus Alkitab kata talenta berarti ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6.000 dinar. Di Israel sekitar 2.000 tahun silam biasanya seorang pekerja harian akan diberikan upah kerja sebesar 1 dinar per hari. Dengan demikian jika seseorang diberikan 1 talenta itu ibarat ia diberikan bekal hidup (upah) untuk 6.000 hari ke depan atau sekitar 16 tahun.
Nampaknya konsep talenta sebagai potensi diri bersumber dari perumpaman Yesus seperti dikutip dari Matius 25:14-30 yaitu perumpamaan tentang talenta.
Ada begitu banyak pelajaran penting yang bisa kita petik dari perumpamaan di atas, antara lain:

1. Pemberian talenta adalah tanda kepercayaan (Matius 25:14).
Saya meyakini bahwa setiap manusia diberikan tugas khusus ketika ia berada di dunia ini. Dan untuk melaksanakan tugas khusus itu ia memerlukan bekal berupa talenta tertentu. Tuhan tidak pernah memberikan manusia sebuah tugas tanpa memberikan manusia tersebut kemampuan untuk melaksanakannya. Manusia adalah rekan sekerja Tuhan di dunia ini. Manusia adalah co-creator yang bersama-sama dengan Tuhan menciptakan kehidupan yang lebih baik di muka bumi ini atau dengan kata lain menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini.

2. Setiap orang diberikan talenta sesuai dengan kesanggupannya (Matius 25:15).
Setiap manusia adalah unik, memiliki kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing. Jika kita memperhatikan sebuah lift biasanya di dalam lift tersebut ada tulisan berapa kapasitas angkut lift tersebut yang dinyatakan dalam kilogram atau jumlah orang yang bisa diangkut. Nah, setiap manusia juga memiliki kapasitas tersebut. Kita patut bersyukur sebab Tuhan tahu dengan persis kapasitas kita masing-masing sehingga Ia mempercayakan sesuai dengan kesanggupan kita.

3. Pengembangan talenta adalah sebuah pilihan.
Dalam perumpamaan tentang talenta, kita melihat dengan jelas bahwa ada yang mengembangkannya (Matius 25:16-17) dan ada pula yang tidak mengembangkannya (Matius 25:18). Tuhan memberikan kita talenta namun di saat bersamaan Tuhan juga telah memberikan kepada kita kehendak bebas. Di dalam kehendak bebas ini termasuk kehendak untuk mengembangkan atau tidak mengembangkan talenta yang telah diberikan-Nya. Talenta itu ibarat otot yang jika tidak dilatih dan dikembangkan akan kendur. Ciri orang yang mengembangkan talenta adalah semakin hari ia akan semakin mahir dalam bidangnya dan semakin banyak orang yang diberkati oleh talenta yang ia kembangkan tersebut.

4. Pengembangan talenta memerlukan sebuah proses.
Dalam perumpamaan tentang talenta, kita melihat adanya rentang waktu antara pergi dan kembalinya sang tuan. Alkitab bahkan menegaskan ada rentang waktu yang lama (Matius 25:19). Rentang waktu ini dapat juga kita ibaratkan dengan rentang waktu hidup kita di dunia ini. Hidup memang hanya satu kali namun jika hidup yang hanya satu kali ini kita manfaatkan secara maksimal, maka hidup ini akan sungguh indah. Kita tidak akan mengakhiri hidup dengan penuh penyesalan karena tidak melakukan atau belum melakukan banyak hal-hal yang bermakna. Tentu untuk mengembangkan talenta diperlukan sejumlah pengorbanan. Kita harus mau berpikir, berperilaku dan bertindak secara tepat. Hamba yang menerima satu talenta dalam perumpamaan ini kelihatan termasuk orang yang tidak berani ambil risiko sehingga memilih untuk bermalas-malasan saja.

5. Pengembangan talenta akan melahirkan kesempatan promosi.
Ketika seseorang memutuskan untuk berkarir sebagai seorang professional, ia tentu berharap agar karirnya bisa terus berkembang dan suatu hari nanti ia akan dipromosikan ke jabatan baru yang lebih tinggi. Namun bagaimana seseorang dapat dipromosikan jika di posisi yang sekarang pekerjaannya tidak pernah beres? Misalnya target yang tidak pernah tercapai, kualitas kerja yang tidak konsisten atau bekerja tanpa mengindahkan peraturan perusahaan. Perumpamaan tentang talenta menekankan pentingnya kesetiaan terhadap apa yang telah dipercayakan pada kita saat ini, bukan saat nanti (Matius 25:20-23).

6. Pada akhirnya, setiap orang harus mempertanggungjawabkan talenta yang telah diterima secara pribadi.
Pada bagian akhir perumpaan talenta kita bisa melihat bagaimana sang tuan meminta pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah ia berikan kepada setiap hamba-Nya. Kita juga melihat ada reward and punishment yang diberlakukan secara bijaksana oleh sang tuan. Apa yang kita tabur akan kita tuai! Berbahagialah kita jika sedari dini kita telah menyadari hal ini dan mempraktekkannya sehingga akan tiba harinya kita dapat berdiri tegak dan berkata kepada-Nya, "Terima kasih Tuhan atas kepercayaan yang telah Engkau berikan. Biarlah Engkau senantiasa disenangkan oleh buah-buah kehidupan yang dihasilkan dari talenta yang Engkau karuniakan kepada saya."

Sumber Jawaban.com

19 Oktober 2009

Hidup sebagai Pemenang

Kunci Hidup Menjadi Pemenang


1 Korintus 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Firman Tuhan mengatakan bahwa hidup ini seperti gelanggang pertandingan. Kalau kita ingin menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut, maka ada tiga hal yang harus kira taklukkan.
1. Jarak.
Secepat apapun seorang pelari berlari, tetapi jika tidak menyelesaikan jarak yang ditentukan, maka ia tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Itu berarti dalam kehidupan, kita harus konsisten berjuang sampai garis finish.
2. Waktu.
Apabila jarak yang ditentukan dapat diselesaikan, tetapi dengan waktu yang lebih lambat dari pelari yang lain, ia juga tidak dapat disebut sebagai seorang pemenang. Demikian juga dengan kehidupan kita. Kita harus dapat menggunakan waktu seefisien mungkin, dengan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia.
3. Sikap diri.
Selain jarak dan waktu, seorang pelari yang ingin menang harus mampu menaklukkan diri sendiri, khususnya sikap cepat puas diri dan tidak mau untuk menanggung kesulitan dalam dirinya. Tidak ada kemajuan tanpa kesulitan.
4. Berlari dengan tujuan
Apabila seseorang tidak memiliki tujuan hidup , dia akan seperti layang – layang putus yg diterbangkan angin entah kemana ! miliki tujuan hidup ! arahkan pada panggilan Tuhan ( 1 Kor 9 : 25 – 26 ; Flp 3 : 13 – 14 )


Menjadi seorang pemenang, berarti dapat menaklukkan tantangan sesulit apapun dalam hidup Anda.

Mendambakan Pelayanan yang indah

Mendambakan pekerjaan yang indah
( 1 Tim 3 : 1 )
Pendahuluan : Sikap kebanyakan jemaat terhadap pelayanan.
Nilai dari pelayanan untuk Tuhan :
1. Kita melayani Raja segala Raja ( Why 17 : 14 )
2. Meninggalkan jejak yang indah ( Rom 10 : 15 )
3. Satu jiwa lebih berharga daripada harta seisi dunia ( Mat 16 : 26 )
Motivasi yang benar dalam pelayanan :
1. Karena mengasihi Tuhan ( Yoh 21 : 15 – 17 )
2. Membalas anugrah Tuhan ( Maz 116 : 12 )
3. Karena kita sudah diselamatkan , kita mau melayani ( Ibr 9 : 14 ; 12 : 28 )
4. Belajar dari teladan Tuhan Yesus sendiri ( Mat 20 : 28 ; Flp 2 : 7 ).
Syarat – syarat seorang Pelayan :
1. Berkaitan dengan ketaatan
a. Dalam hubungan hamba ( budak ) dengan tuannya
b. Hamba hanya tahu , satu hukum yaitu perkataan tuannya
c. Dia akan melakukan setiap perintah tuannya dengan ketaatan tan bertanya
d. Demikian juga hubungan kita dengan Kristus ( 1 Kor 6 : 19 – 20 , Mat 7 : 21 )
2. Berkaitan dengan kerendahan hati
a. Seperti pernyataan rasul Paulus ( 1 Kor 15 : 9 – 10 , 1 Tim 1 : 15 ; 1 Kor 2 : 1 – 2 ).
b. Seperti yang diajarkan Tuhan Yesus ( Luk 17 : 10 )
3. Berkaitan dengan kesetiaan
a. Setia dalam perkara kecil ( Luk 16 : 10 )
b. Seorang hamba harus setia ( 1 Kor 4 : 2 )
Hambatan – hambatan dalam pelayanan :
1. Kalau kita mempunyai Tuan yang salah ( Mat 6 : 24 ; Luk 8 : 14 ; Rom 6 : 16 ).
2. Membatasi kuasa Allah seperti Musa ( Kel 3 : 10,11 ) , Yunus ( Yun 1 : 1 – 3 )
3. Sikap yang salah :
a. Lamban / malas ( Ibr 6 : 11,12 ; Mat 25 : 26 )
b. Suka memerintah / arogan ( 1 Ptr 5 : 1 – 3 )
c. Tidak bisa bekerja sama ( Amos 3 : 3 ; Pkh 4 : 9 – 12 )
d. Mengandalkan kekuatan sendiri ( Flp 3 : 14 )
Macam – macam Pelayanan :
1. Pelayanan mimbar
2. Pendidikan agama
3. Penginjilan
4. Pelawatan
5. Pemerhati
6. Penyambut tamu dlsbnya.

15 April 2009

Kristen Sejati

Kristen Sejati

Gereja kita adalah Gereja Yesus Sejati , apakah kerinduan Tuhan akan kehidupan kita umatNya , tentu menjadi orang Kristen yang sejati , tapi dalam kenyataan seringkali ke Kristen an itu tidak dapat dinyatakan dalam kehidupan sehari – hari.
Ada beberapa tipe umat Kristen :
1 . Kristen Verbal – mungkin dalam ucapannya banyak kata – kata Kristen di ucapkan seperti : Puji Tuhan , Haleluya dlsb tapi seringkali hati kita jauh dari Tuhan ( Mat 15 : 8 – 9 ).
2 . Kristen Ornamental – Berapa banyak perhiasan yang menunjukkan ke Kristen an yang kita kenakan dalam kehidupan sehari – hari , kita memakai kalung Salib , gelang Salib , di mobil ada gantungan Salib dlsb , tapi apakah orang melihat jelas hidup Kristus ada di dalam kita ? ( Mat 23 : 5 ).
3. Kristen Ceremonial – Apakah kalau kita menjalankan ibadah ,puasa , berdoa , beri persembahan dlsb itu sesuatu yang buruk ? tentu saja itu sesuatu yang sangat baik ! tapi kalau motivasi yang mendorongnya adalah karena ingin dilihat atau dipuji orang lain tentu saja itu tidak akan dipandang berharga oleh Tuhan ( Mat 6 : 2 – 4 , 5 – 6 , 16 – 18 ).
Ke Kristenan yang terpenting adalah melakukan kehendak Bapa yang di Surga ( Mat : 7 : 21 ) , dan lakukanlah segala sesuatu untuk Tuhan bukan untuk manusia ( Kol 3 : 23 ) .Amin

17 Maret 2009

10 Tips agar disayangi

10 Tips agar disayangi

Setiap orang mendambakan , agar dirinya dicintai oleh orang lain , seperti anak dicintai orang tua , istri dicintai suami dan sebaliknya , tapi seringkali kita bukannya dicintai tetapi justru kita dibenci oleh orang lain.
Ada 10 hal yang anda harus hindari sehingga anda akan dicintai :
1.Jangan suka mengeluh – Mengeluh sama seperti membuang sampah , namun tidak semua orang mau dijadikan keranjang sampah ( 1 Kor 10 : 10 )
2.Tidak tahu diri – Ada yang diberi hati mintanya jantung ( mau seperti Yudas Iskariot ? )
3.Omong besar – Kalau anda suka omong besar alias ngibul siapa yang mau dekat dengan anda
4.Menjelekkan orang lain – Sekarang anda menggossip tentang orang lain , tapi akan tiba saatnya orang menggossip tentang anda , siapkah anda ? ( Efs 4 : 31 )
5.Egois – sifat mementingkan diri sendiri dan tidak perduli terhadap orang lain akan menjauhkan kita dari siapa saja ( 2 Tim 3 : 2 )
6.Pelit – Pepatah mengatakan hemat pangkal kaya tapi bukan berarti kita harus pelit , orang lebih suka akan orang yang murah hati ( Mat 5 : 7 )
7.Keras kepala – Tidak ada gading yang tak retak , tidak ada manusia yang sempurna , karena itu kalau bersalah jangan keras kepala dan tidak mau mendengar nasihat orang lain ( Ams 19 : 20 )
8.Sombong – Orang yang sombong suka mengkritik , mencela dan menganggap remeh orang lain , ingat Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihi orang yang rendah hati ( 1 Ptr 5 : 5 )
9.Sensitif – Apakah anda tipe orang yang sensi , dikit dikit tersinggung , tersinggung koq dikit dikit he he he
10.Pembohong – Sekali anda ketahuan berbohong ,seumur hidup jangan harap orang akan percaya pada anda ( Ams 19 : 22 ).

Sumber Unknown