17 Desember 2008

Natal

Diterjemahkan dari "Christmas" karangan J. Preston Eby
Dengan alih bahasa oleh: Yarden Sitepu

Lima alasan mengapa putera-putera TUHAN seharusnya tidak merayakan Natal!

Alasan 1:
Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember
Semua orang yang memperlajari pokok ini mengetahui bahwa Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember karena pada waktu itu musim dingin, udara sangat dingin di Palestina. Yesus tidak mungkin lahir pada musim dingin.
Pada waktu Yesus lahir, "di daerah itu ada gembala-gembala YANG TINGGAL DI PADANG menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam" (Lukas 2:8). Kejadian ini tidak mungkin terjadi di Palestina pada bulan Desember. Orang-orang TIDAK akan dapat mengadakan perjalanan di tengah-tengah musim dingin ke kota masing-masing untuk mendaftarkan diri (Lukas 2:3). Yusuf TIDAK akan membawa Maria yang sedang mengandung dalam perjalanan yang demikian jauh pada musim dingin (Lukas 2:5). Gembala-gembala selalu membawa kawanan ternak mereka dari padang dan mengurungnya di kandang paling lambat tanggal 15 Oktober, melindungi mereka dari musim hujan yang dingin yang segera terjadi.
Alkitab dengan sederhana menyatakan di dalam Kidung Agung 2:11 dan Ezra 10:9, 13, bahwa musim hujan yang dingin menyebabkan orang tidak sanggup lagi berdiri di luar untuk waktu yang lama. Adalah kebiasaan orang Yahudi pada waktu itu mengeluarkan ternak ke padang pada awal musim semi dan mengurungnya di rumah pada permulaan MUSIM HUJAN YANG PERTAMA yang dimulai pada pertengahan Oktober.
Adam Clarke di dalam komentarnya tentang hal ini: "Selama kawanan ternak di luar, gembala-gembala menjaga mereka siang dan malam. Karena hujan yang pertama mulai pada awal bulan Marchesuan yang adalah pertengahan Oktober, kita tahu bahwa kawanan ternak ada di padang selama musim panas. Dan karena gembala-gembala ini belum membawa ternak mereka ke rumah, jelaslah Tuhan kita tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak adalah FAKTA KRONOLOGIS". (kutipan dari "Talmudist in Lightfort".)
Ensiklopedia manapun akan memberitahu saudara bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Ensiklopedia Katolik pun menyatakan fakta ini dengan jelas. Tanggal lahir Yesus TIDAK DIKETAHUI dengan pasti. Hampir tidak ada orang yang benar-benar percaya bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Semua itu merupakan dugaan orang-orang pada abad ke-4 dan ke-5 dan hampir setiap orang tidak sependapat dengan yang lainnya. Lihatlah dalam "Smith's Dictionary of Christianity Antiquities", vol. 1, halaman 358. Tetapi orang-orang tetap merayakannya. Tidak ada orang yang mengetahui apa-apa mengenai hari kelahiran-Nya. Jika TUHAN menginginkan orang-orang Kristen merayakan kelahiranNya, Dia pasti memberitahu KAPAN IA LAHIR! Jika TUHAN merencanakan supaya kita memperhatikan dan merayakan hari lahir Yesus, Ia tidak akan MENYEMBUNYIKAN tanggal yang sebenarnya!

Alasan 2:
TUHAN tidak memerintahkan kita untuk memperingati Kelahiran Tuhan kita, baik melalui Alkitab maupun melalui pernyataan Roh.
Tidak ada satu kata pun di dalam Perjanjian Baru atau di dalam Alkitab bagian lainnya mengatakan kepada kita untuk memperhatikan hari Natal. Orang-orang Kristen pada abad pertama yang mendapat pengajaran dari Petrus dan Paulus dan rasul-rasul yang lain tidak pernah memperhatikan hari Natal. Paulus tidak pernah memperhatikan hari Natal. Yohanes pun tidak pernah memperhatikan hari Natal. TIDAK ADA HARI NATAL pada saat itu! TIDAK ADA DASAR untuk memperhatikannya. Tuhan, Bapa kita terbukti beranggapan TIDAK BIJAKSANA membuat tanggal lahir Kristus diketahui. Itu tidak akan diketahui dan TIDAK untuk diingat atau dirayakan. Ada ALASAN YANG SANGAT KUAT untuk hal ini! Paulus memberitahu dalam 2Korintus 5:16: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia kami tidak lagi menilainya demikian". Yang Paulus maksudkan agar kita MENGENAL KRISTUS SECARA ROHANI, di dalam dan oleh ROH dan bukan SECARA DAGING, tidak sebagai seorang manusia, tidak secara hurufiah atau sebagai bayi. karena hal-hal itu adalah TIDAK BERGUNA bagi HIDUP ROHANI kita!
Mereka yang pada jam terakhir ini berjalan di dalam kegerakan Roh Tuhan yang supernatural di seluruh muka bumi, menjauhkan diri dari SEMUA yang natural, kedagingan, duniawi yang sudah begitu lama kita anggap sesuatu yang "agamawi" dan MENGIRA bahwa kita melakukan kehendak TUHAN. Yesus mencela perbuatan-perbuatan kedagingan yang seperti itu, ketika Dia berkata: "Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu. Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia". (Matius 15:7-9).
Setiap kali saudara melakukan sesuatu untuk MENGHORMATI TUHAN- yang TUHAN TIDAK PERINTAHKAN- ibadah saudara dalam hal ini adalah SIA-SIA! Semuanya TIDAK BERGUNA! Inilah saatnya dimana TUHAN melalui RohNya memimpin umatNya masuk ke dalam seluruh REALITASNYA yang mulia dan kekal! Kebanyakan orang Kristen hidup dalam sesuatu yang hanya merupakan BAYANGAN dan bukan realitas sesungguhnya. Semua tradisi, upacara keagamaan, lambang dan lain-lain hanyalah BAYANGAN DARI KENYATAAN YANG SESUNGGUHNYA! Pada saat ini TUHAN sedang membawa suatu umat kepada kepenuhan ANAK TUHAN dan ketika kita menikmati Kristus di dalam realitas yang sesungguhnya, semua upacara keagamaan yang hanyalah perbuatan kedagingan menjadi tidak berarti. TUHAN TIDAK TERTARIK dengan TRADISI-TRADISI KEDAGINGAN. TUHAN memanggil kita masuk ke dalam kepenuhan Kristus di dalam roh - dalam persatuan rohani yang dalam di dalam Kristus dimana kita mengalami realitas rohani yang sesungguhnya. Rasul Paulus menggambarkan perbedaan antara kedagingan dan yang benar-benar rohani di dalam Galatia pasal 4. Dia mengatakan bahwa hukum Taurat dengan semua upacara, hari rayanya merupakan suatu perhambaan. Kemudian dalam ayat 4 dan 5, dia berkata: "...TUHAN mengutus AnakNya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi Putera (Sons)".
Paulus kemudian menunjukkan bahwa KRISTUS DI DALAM KITA adalah REALITAS yang sebenarnya. "Dan karena kamu adalah anak, maka TUHAN telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris oleh TUHAN". (Galatia 4:6-7).
SEKARANG PERHATIKAN PERKATAAN PAULUS dalam ayat 9-11: "Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Tuhan, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Tuhan, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepda roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya. KAMU DENGAN TELITI MEMELIHARA HARI-HARI TERTENTU, BULAN-BULAN, MASA-MASA YANG TETAP DAN TAHUN-TAHUN! Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah SIA-SIA".
Dengarkanlah itu! Mengapa kita sebagai putera-putera Tuhan terus mencemarkan diri dan mengambil bagian dalam perayaan HARI RAYA KEAGAMAAN dimana Roh Tuhan sendiri MENENTANGNYA! Hubungan kita sebagai ANAK kepada TUHAN menjadikan kita BEBAS DARI PERHAMBAAN ini! Hari-hari keagamaan adalah "unsur-unsur dunia yang lemah dan miskin". Ya, kita tahu bahwa hari-hari perayaan keagamaan yang Paulus maksudkan tidak termasuk Hari Natal (karena hari Natal "belum ditemukan"), namun prinsipnya tetap sama. Galatia 4:9-11 dan Kolose 2:16 jelas tidak membenarkan semua hari-hari keagamaan tertentu dan perayaan-perayaan keagamaan. TUHAN TIDAK MENGATAKAN SUPAYA KITA MEMELIHARA HARI-HARI TERTENTU. Tuhan tidak mengatakannya di dalam Alkitab, juga tidak pada hari-hari terakhir ini oleh nubuatan atau melalui penglihatan atau melalui wahyu atau melalui malaikat-malaikat atau melalui apapun untuk memerintahkan kita merayakan hari kelahiran AnakNya atau HARI yang lain! Meskipun begitu banyak kesibukan, banyak waktu, tenaga, uang, dan lain-lain dihabiskan untuk merayakan hari lahir Yesus dan menghormatiNya, INI ADALAH SIA-SIA!
Memelihara tradisi-tradisi keagamaan merupakan perbuatan duniawi dan kedagingan. Hal-hal seperti itu menarik pikiran-pikiran manusia kepada sesuatu yang HANYA PADA WAKTU TERTENTU SETIAP TAHUN. Kemudian, KEBANYAKAN ORANG melupakannya selama sisa tahun tersebut, dan mengisi pikiran dan kegiatan mereka dengan berbagai hal kecuali Tuhan! Pada pihak lain, realitas membawa Kristus HIDUP DI DALAM HATI PADA SEGALA WAKTU - 24 jam sehari - dan dengan HIDUP di dalam ROH dan hadirat TUHAN, kita TIDAK PERLU SUATU HARI ATAU PERAYAAN TERTENTU untuk membuat kita INGAT AKAN DIA! Umat Tuhan yang benar harus diarahkan kepada yang ROHANI -HAYAT KRISTUS YANG TINGGAL TETAP- dan bukan kepada suatu perbuatan kedagingan. Inilah yang diberitakan oleh Roh Tuhan pada saat ini!

Alasan 3:
Hari Natal adalah penyembahan berhala dan bukan Hari Raya Kristen
Kita telah menganggap HARI NATAL sebagai hari raya Kristen yang paling besar. Tanpa menaruh suatu pertanyaan, kita telah menganggap bahwa perayaan itu diperintahkan oleh Tuhan atau setidak-tidaknya DITERIMA oleh Tuhan! Kita telah menganggap bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Kita telah MENGIRA bahwa kita saling menukar hadiah karena orang Majus mempersembahkan persembahan kepada Anak itu. Kita telah MENGIRA bahwa pohon Natal yang hijau menyatakan hidup yang kekal dari Kristus. Tapi marilah kita MENINGGALKAN REKAAN INI dan melihat kepada sejarah dan KENYATAAN ALKITAB!
Catatan sejarah di dalam ensiklopedia yang terdapat di perpustakaan di berbagai kota yang terjamin dan dapat dipercaya memberikan informasi kepada kita bahwa hari Natal berasal mula dari penyembahan berhala. Dipelihara di antara bangsa-bangsa penyembah berhala yang menyembah matahari. Banyak hari lahir pemimpin-pemimpin penyembah berhala dirayakan oleh Babel Kuno. Semua perayaan penyembahan berhala ini bermula dari lingkungan penyembah berhala.
Hari Natal sampai kepada kita melalui Katolik Roma. Tetapi darimana mereka mendapatnya? Mari kita memeriksa Catholic Encyclopedia yang diterbitkan oleh denominasi ini. Dikatakan: "Hari Natal TIDAK terdapat di antara perayaan gereja sebelumnya..Hari raya ini berasal dari MESIR. KEBIASAAN PENYEMBAH BERHALA MENJADI HARI NATAL".
ENCYCLOPEDIA AMERICANA, 1969, menuliskan: "Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Inggris kuno Chrites Maesse atau Christ's Mass, dan ejaan sekarang (Christmas) mungkin mulai dipakai sekitar abad ke-16. Seluruh gereja Kristen kecuali gereja Armenian merayakan kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember. Tanggal ini tidak ditetapkan di Barat sampai sekitar pertengahan abad ke-4 dan di Timur sampai sekitar seabad kemudian. Asal mula Christmas (Hari Natal) dan alasan menetapkan 25 Desember sebagai hari Natal, tidak jelas, tetapi biasanya hari itu dipilih supaya bersesuaian dengan perayaan penyembah berhala yang berlangsung sekitar musim dingin untuk merayakan "timbulnya kembali matahari". Suku bangsa di Eropa Utara merayakan hari raya yang terbesar yaitu Yule pada akhir musim dingin untuk merayakan timbulnya kembali matahari (dewa) sebagai pemberi terang dan panas. Roman Saturnalia (suatu perayaan untuk menghormati Saturn, dewa pertanian dan pembaharuan kuasa matahari) juga berlangsung pada waktu ini dan beberapa kebiasaan Hari Natal diperkirakan berakar dari perayaan penyembah berhala ini. Beberapa orang menganggap bahwa kelahiran Kristus sebagai "Terang Dunia" dianggap serupa dengan kelahiran kembali matahari dengan maksud agar Kekristenan menjadi lebih bermakna bagi petobat-petobat dari penyembah berhala".
ENCYCLOPEDIA BRITANICCA, 1964, menuliskan: "HARI NATAL" pada tanggal 25 Desember adalah pesta kelahiran Tuhan kita, memperingati kelahiran Yesus Kristus, merupakan perayaan yang paling besar dalam tahun gereja. Hari lahir Juruselamat ini bersamaan dengan kebiasaan orang-orang duniawi yang bersumber dari penyembahan berhala. Baik hari Natal maupun Epiphany, yang jatuh 12 hari sebelum 6 Januari adalah pengalihan perayaan penyembah berhala pada musim dingin, dan begitu erat hubungannya sehingga asal mula keduanya tidak dapat dibicarakan dengan terpisah. 25 Desember di Roma, merupakan tanggal pesta perayaan penyembah berhala di Roma, terpilih pada tahun 274 AD oleh Kaisar Amelian sebagai hari lahir matahari yang mulai kembali bersinar. Sebelum 336 AD, gereja Roma menetapkan peringatan kelahiran Kristus..pada tanggal yang sama".
Mengenai asal mula tradisi Hari Natal, Encyclopedia Americana mengatakan: "Orang Inggris menyesuaikan hari Natal dengan perayaan-perayaan yang sudah ada pada saat itu. Pada abad pertengahan hari Natal orang Inggris merupakan saat-saat yang penuh gembira dan sukacita dengan pesta yang besar dan perayaan pertunjukan kemegahan. Pembakaran kayu pada waktu hari Natal diambil oleh orang Inggris dari kebiasaan orang Skandinavia untuk menghormati balik matahari pada musim dingin. Penggunaan pohon cemara yang hijau juga masuk ke Inggris dari kepercayaan orang-orang Kristen Eropa daratan sebelum mereka menjadi Kristen. Suku bangsa Celtic dan Teutonis menghormati tanaman ini pada perayaan balik matahari musim dingin sebagai simbol hidup yang kekal dan orang Druid membesarkan makna gaibnya. Pohon cemara hijau disembah sebagai janji kembalinya matahari. Beberapa orang beranggapan bahwa pohon Natal merupakan lambang Juruselamat, jadi merupakan bagian dari perayaan kelahiranNya".
Encyclopedia Britanicca lebih jauh lagi menyatakan: "Kebiasaan tradisional dihubungkan dengan hari Natal. Perayaan hari Natal bersamaan dengan peringatan "pertanian" penyembah berhala dan peringatan matahari pada pertengahan musim dingin..".
Buku "Answer to Questions", dikumpulkan oleh Frederick J. Haskins mengatakan: "Pohon Natal berasal dari Mesir dan bermula jauh sebelum ada perayaan Natal".
Jadi kalau kita memeriksa fakta-fakta sejarah, kita akan melihat bahwa perbuatan memelihara hari Natal bukanlah perbuatan seorang Kristen yang benar, tapi KEBIASAAN PENYEMBAH BERHALA! "Dengarkanlah firman yang disampaikan Tuhan kepadamu, hai kaum Israel! Beginilah firman Tuhan: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya." (Yeremia 10:1-5).
Ayat di atas memberikan gambaran lengkap mengenai pohon Natal, TUHAN menyebutnya sebagai "tingkah langkah bangsa-bangsa adalah KESIA-SIAAN". Kita diminta supaya TIDAK membiasakan diri atau mengikuti hal seperti itu! Juga dinyatakan sebagai pemujaan berhala. Ayat 5 mengatakan bahwa pohon ini tidak dapat berbicara -tidak dapat melangkah- harus diangkat. "Janganlah takut kepadanya, sebab berhala (pohon) itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat". Pohon itu bukanlah Tuhan yang perlu ditakuti. Beberapa orang salah membaca ayat ini dan menjadikan ayat ini berbunyi bahwa tidak salah memiliki pohon Natal, tapi ayat ini TIDAK berbunyi demikian!
BAGAIMANAKAH kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala ini masuk ke dalam GEREJA? Kita telah melihat bahwa SEMUA fakta sejarah yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa hari Natal tidak dirayakan oleh orang Kristen sampai abad ke-2 atau ke-3. Gereja Roma tidak memerintahkan hari Natal dirayakan sebagai perayaan "Kristen" sebelum abad KELIMA. Ingat, kota Roma adalah dunia PENYEMBAH BERHALA. Sampai abad ke-4, orang Kristen sedikit sekali di Roma. Tapi dengan munculnya Kaisar Constantine yang menerima Kekristenan pada abad ke-4, ratusan ribu orang Roma menerima Kekristenan yang sedang populer. Tapi ingat, orang-orang ini telah dibesarkan dalam kebiasaan PENYEMBAH BERHALA.
Begitulah timbulnya "HARI NATAL" dalam dunia Kekristenan! Kita bisa saja menyebutnya dengan nama lain tapi itu tetap sama yaitu perayaan penyembahan matahari. Saudara dapat menyebut gajah terhadap seekor kucing, tapi yang berubah adalah cara saudara MENAMAINYA, kucing tetap kucing!

ALASAN 4:
ROH TUHAN telah memerintahkan kita untuk tidak mengikuti tata cara atau kebiasaan bangsa-bangsa kafir.
Ketika anak-anak Israel keluar dari Mesir, TUHAN berbicara kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Bapamu. Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, dimana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, kemana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup MENURUT KEBIASAAN MEREKA. Kamu harus
melakukan PERATURANKU dan harus berpegang pada KETETAPANKU dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Bapamu". (Imamat 18:2-4).
Kita perlu merenungkan dengan sungguh-sungguh kata-kata di atas sebelum kita merayakan kebiasaan-kebiasaan penyembah berhala. Kemudian Tuhan berfirman kepada umatNya: "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHANmu, dan mengikuti tuhan lain, beribadah kepadanya, Aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa". (Ulangan 6:18-19).
Seseorang dengan yakin akan berkata: "Tapi saya tidak hidup menuruti tuhan lain atau menyembahnya. Saya menyembah Yesus". Tapi kalau engkau berdiri di sana di dekat pohon Natal pada tanggal 25 Desember untuk melihat apa yang dibawa "santa" kepada anak-anak, engkau TIDAK menyembah Yesus, karena semua itu KEKEJIAN BAGI YESUS. Engkau "hidup menurut tuhan lain dan menyembahnya". Jika hal ini tidak masuk ke dalam hatimu, perhatikanlah peringatan Tuhan yang SEDERHANA dalam Ulangan 12:29-32: "Apabila TUHANmu telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kau masuki untuk mendudukinya dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, maka HATI-HATILAH, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka. Setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: BAGAIMANAKAH bangsa-bangsa ini beribadah kepada ilah mereka? AKU PUN MAU BERLAKU BEGITU. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN: sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi tuhan mereka. segala yang KUPERINTAHKAN KEPADAMU HARUSLAH KAMU LAKUKAN DENGAN SETIA, JANGANLAH ENGKAU MENAMBAHINYA ATAUPUN MENGURANGINYA". Apakah saudara mau mendengar ini?
"Supaya jangan engkau menanya-nanya tentang ilah mereka dengan berkata BAGAIMANA bangsa- bangsa ini beribadah kepada tuhan mereka? Akupun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHANmu!". TEPATLAH seperti ini apa yang telah dilakukan seluruh dunia Kristen -sejak abad ke-3 sampai sekarang ini.dengan KEBIASAAN orang-orang Roma yang menyembah berhala beribadah kepada tuhan mereka. KITA TELAH MEMUTUSKAN UNTUK BERIBADAH KEPADA YESUS, TUHAN KITA! Pada hari yang sama, dengan pohon yang sama, dengan tata cara yang sama. Ya, dengan cara penyembah berhala beribadah kepada dewa MATAHARI mereka, kita telah mencoba untuk menghormati ANAK TUHAN! Meskipun Tuhan tidak pernah memerintahkan demikian kepada kita. Apakah Tuhan SENANG dengan perayaan Natal kita? Tuhan berkata: "Segala yang KUPERINTAHKAN KEPADAMU, haruslah kamu LAKUKAN dengan setia, JANGANLAH engkau MENAMBAHINYA ataupun menguranginya".
Tuhan selalu menegur dengan keras mereka yang seharusnya setia mengikuti Tuhan namun tidak melakukannya. Mengikuti TINGKAH LANGKAH bangsa-bangsa adalah bertentangan dengan keyakinan kita. Dalam 1Raja-Raja 11:4-11, Tuhan menunjukkan murkaNya kepada Raja Salomo karena hal seperti itu. Tuhan mengoyakkan kerajaan itu dari padanya. Tidak heran kalau Paulus memperingati orang-orang percaya di Korintus, sebuah kota yang dicemari oleh praktek penyembahan berhala. Paulus mengingatkan orang-orang percaya yang mengambil bagian dalam penyembahan dewa Venus: "Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dengan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Tuhan dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Tuhan yang hidup menurut firman Tuhan ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan AKU akan menjadi Tuhan mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Sebab itu: KELUARLAH KAMU DARI ANTARA MEREKA, DAN PISAHKANLAH dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi BAPA-mu dan kamu akan menjadi ANAK-ANAKKU LAKI-LAKI DAN ANAK-ANAKKU PEREMPUAN, demikianlah firman Tuhan, Yang Maha Kuasa." Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan TUHAN." (2Korintus 6:15-18; 7:1). Ini adalah KEBENARAN BAGI PUTERA-PUTERA TUHAN.

ALASAN 5:
KARENA CERITA NATAL ADALAH DUSTA!
Kita tidak mengatakan bahwa Yesus tidak lahir di Betlehem. Yang kami maksudkan adalah kejadian-kejadian dan kebiasaan-kebiasaan sewaktu hari Natal. Anak-anak kecil DIBERITAHU bahwa Yesus lahir pada "Hari Natal pertama". Pengkotbah-pengkotbah mengumumkan ini dari mimbar. Gereja-gereja yang mendukung program-program Natal menjelaskan hal seperti ini kepada berjuta-juta orang setiap tahun.
Ketika ke-12 rasul telah meninggal, HARI NATAL belum ada. HARI NATAL muncul pada abad ke-4. jadi BAGAIMANA Yesus dapat lahir pada hari Natal PERTAMA??? Perayaan Natal jatuh pada tanggal 25 Desember dan Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember, jadi BAGAIMANA mungkin Dia lahir pada hari Natal pertama? Meskipun ini cerita BOHONG, namun dipercayai oleh berjuta-juta orang Kristen, dan DIAJARKAN kepada anak kecil sebagai suatu KEBENARAN! Sering dikatakan bahwa Yesus lahir dalam sebuah palungan. Hal ini tidak benar. Dia lahir dalam sebuah kandang dan DIBARINGKAN dalam sebuah palungan. Juga DIKATAKAN bahwa ada 3 orang Majus datang dan memberi persembahan kepada Yesus di kandang. Hal ini
sering dilukiskan dalam gambar-gambar dimana orang-orang Majus ada bersama dengan gembala-gembala. Hal ini tidak benar. Di dalam Alkitab tidak dijelaskan BERAPA BANYAK orang Majus yang ada di sana. Pada saat mereka tiba, Maria dan Yusuf telah meninggalkan kandang dan tinggal dalam sebuah RUMAH. Pada saat itu Yesus hampir berumur 2 tahun, dapat saudara BACA dalam Matius 2:11,16.
Jika kita melihat kartu-kartu Natal dengan gembala-gembala di padang bersama kawanan ternak mereka dan sebuah bintang di antara mereka. Dalam Alkitab tidak dituliskan bahwa ada seekor bintang di antara pada gembala. Kita lihat juga pemandangan yang lain dengan salju memperindah pemandangan tersebut. Beribu-ribu orang DITIPU oleh pengajaran yang salah, salju sama sekali tidak ada pada saat itu. Kartu-kartu dan gambar-gambar tersebut dibuat untuk satu maksud yaitu BERJUALAN. Biarlah Putera-putera Tuhan tidak mengambil bagian dalam perbuatan ini!
Sepanjang tahun orang-orang tua menghukum anak-anak mereka karena berbohong. Kemudian pada waktu hari Natal, mereka sendiri memberi cerita "Santa Claus" yang bohong! Apakah masih mengherankan kalau banyak di antara mereka ketika beranjak dewasa dan belajar kebenaran mulai percaya cerita bohong ini juga? Bukankah orang Kristen sendiri yang mengajarkan cerita-cerita bohong kepada anak-anak mereka? Meskipun saudara tidak menceritakan kebohongan Santa Claus ingatlah hal itu SAMA bohongnya dengan mengatakan kepada mereka bahwa "Yesus lahir pada Hari Natal".
Mungkin saudara berkata: "Tapi, bukankah tukar menukar hadiah merupakan hal yang Alkitabiah?" TIDAK, TIDAK ALKITABIAH! Dari Biblioteca Sacra, vol..12, halaman 153-155, kami kutip: "Tukar menukar hadiah dengan teman-teman merupakan ciri hari Natal dan Saturnalia, pasti ditiru oleh orang Kristen dari orang-orang penyembah berhala, sebagaimana peringatan Tertullion nyatakan". Kebiasaan tukar menukar hadiah dengan teman-teman, kenalan-kenalan pada hari Natal sama sekali tidak mengandung unsur Kekristenan! Perbuatan seperti ini BUKAN merayakan hari lahir Kristus atau untuk menghormatinya. Juga tradisi pemberian hadiah merupakan pertanda kegagalan dalam mengerti prinsip-prinsip Alkitab. Kami tidak keberatan dengan pemberian hadiah, tapi kenapa harus menunggu sampai bulan Desember? Bukankah banyak saat-saat lain yang lebih tepat? Juga dari cara memberi telah gagal menyatakan kemurahan hati yang sejati. Kebanyakan orang memberi kepada orang lain yang diharapkan dapat memberi kembali. Ini semua jauh dari kebenaran firman Tuhan, dan memberi dengan cara demikian berarti mereka sudah menerima upahnya. Berjuta-juta rupiah dihabiskan untuk membeli hadiah setiap tahunnya, karena SATU PENGAJARAN YANG SALAH. Pengajaran yang salah itu berkata: "Orang Majus membawa persembahan kepada Yesus, jadi kita harus memberi hadiah". Untuk pekerjaanNya? Tidak, TIDAK. Kita memberi hadiah berjuta-juta rupiah satu sama lain. Orang Majus memberi persembahan langsung kepada Yesus, bukan kepada orang lain. Dan pemberian mereka bukan hadiah ulang tahun. Orang Majus mengunjungi anak itu (bukan bayi) di dalam sebuah rumah (bukan sebuah kandang) di Nazaret (bukan di Betlehem) (Matius 2:9-11; Lukas 2:39). Adalah suatu kebiasaan umum di negeri Timur kalau seorang pengunjung datang menghadap seorang raja sambil membawa suatu persembahan. Orang Majus sama sekali tidak memberi HADIAH ULANG TAHUN kepada Yesus. Mereka memberi untuk RAJA ORANG YAHUDI karena Ia senantiasa dan akan tetap menjadi seorang RAJA!
Beberapa orang berkata bahwa kebiasaan-kebiasaan seperti ini pada hari Natal adalah hal yang baik. Tapi itu merupakan KEBIASAAN PENYEMBAH BERHALA YANG KEJAM. Setiap tahun berjuta-juta uang dibuang untuk hadiah Natal yang tidak berguna. Tukar menukar atau memberi hadiah kepada seseorang tidaklah merayakan hari lahir Kristus atau menghormati Dia. Malahan pemborosan pada hari Natal, yang merupakan PENGHINAAN kepada Tuhan Yesus. Itu merupakan penghinaan kepada pekerjaan Tuhan dan umat Tuhan. Berjuta-juta rupiah dihamburkan untuk dekorasi dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Apakah kita tidak pernah memikirkan berapa banyak uang milik Tuhan yang dibuang untuk kebodohan seperti itu, pesta-pesta melulu, makan minum melulu. Semua hal ini TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Hari Natal merupakan saat dimana keduniawian dan kedagingan terlihat dengan jelas. Kita dapat lihat ORANG-ORANG TIDAK PERCAYA SUNGGUH-SUNGGUH MENIKMATI HARI NATAL, padahal mereka sama sekali tidak menyembah Yesus! Kenapa? Karena dekorasi, hadiah-hadiah, perayaan-perayaan, pertunjukan-pertunjukan disenangi oleh manusia duniawi. SUDAH WAKTUNYA mereka yang akan menjadi PUTERA-PUTERA TUHAN menjauhi kotoran-kotoran seperti itu.
Hari Natal merupakan kesempatan pedagang untuk BERDAGANG. Kita akan melihat "Santa Claus" di toko-toko. Koran-koran akan memuat iklan-iklan Hari Natal. Biarlah kita jangan tertipu oleh semua itu. Orang-orang yang mudah dibohongi telah menjadi begitu terikat sehingga banyak yang tidak mau menerima KEBENARAN! Namun demikian Hari Natal yang dibuat setiap tahun bukan untuk menghormati Kristus tapi untuk BERJUALAN! Seperti semua tipu iblis, ia datang sebagai seorang "Malaikat Terang". Tapi pada saat ini Tuhan Yesus membukakan kepada putera-puteraNya, mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang berasal dari si jahat. Tuhan sedang memanggil suatu umat KELUAR DARI SEMUA KECEMARAN BABEL.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan beri komentar untuk perbaikan